Pages

Sabtu, 08 Oktober 2011

Rangkaian Alat Bantu Dengar

Rangkaian Alat Bantu Dengar


Pada saat itu sempat bingung dalam menentukan tema dari Project Work ku, mengingat waktu dan biaya yang terbatas. Hingga akhirnya saya menentukan pilihan pada Hearing Aid ( alat bantu dengar ). Disamping manfaat dari alat ini, proses yang  tidak terlalu rumit, serta biaya yang tidak terlalu banyak membuat pilihan saya jatuh ke alat ini. Penasaran ? Lets see ...

SKEMA RANGKAIAN



 DAFTAR  KOMPONEN

P1_____________22K Potensiometer Conion

R1,R9___________10K 1/4W Resistor dengan toleransi 1%
R2______________1M 1/4W Resistor dengan toleransi 1%
R3______________4K7 1/4W Resistor dengan toleransi 1%
R4,R7__________100K 1/4W Resistor dengan toleransi 1%
R5______________3K9 1/4W Resistor dengan toleransi 1%
R6______________1K5 1/4W Resistor dengan toleransi 1%
R8_____________100R 1/4W Resistor dengan toleransi 1%

C1,C2_________100nF Kapasitor Keramik
C3,C6___________1µF 35V Kapasitor Tantalum
C4_____________10µF 16V Kapasitor Elektrolit
C5____________470µF 8V Kapasitor Elektrolit

D1___________1N4148 75V 150mA Diode

Q1,Q2,Q3,_____BC547 45V 100mA NPN Transistors
Q4____________BC337 45V 800mA NPN Transistor

MIC1__________Mini Microphone
SW1____________SPST gabung dengan potensiometer conion
J1_____________Stereo 3mm. Jack socket
B1_____________1.5V Battery AAA cell

Memang untuk komponen ada beberapa yang tidak sama persis dengan sumber aslinya. kenapa?karena ada beberapa komponen yang ga ada dipasaran ( di daerah jogja ). Mungkin ditempat anda ada..silakan cek di toko2 elektronika di kota anda.

Kalau di kota anda ada, untuk potensiometer saya sarankan menggunakan Potensiometer Logaritmis. Karena dengan menggunakan potensiometer jenis ini, akan terasa sekali perbedaan keras tidaknya output suara setiap kali di geser ( jika menggunakan potensiometer Linear perbedaanya tidak akan terasa ).


LAY OUT DAN TATA LETAK KOMPONEN


Alat Bantu Dengar ini menggunakan sistem Omnidirectional yang berarti Alat ini menguatkan semua suara yang berada disekitarnya. Dan Alat Bantu Dengar ini membutuhkan 1 buah batere ukuran AAA sebagai power supply. Dengan batere AAA, Alat ini bisa digunakan -/+ 466 Jam!!! lumayan irit lah....

Bagaimana?cukup simple bukan?
Selamat mencoba !!

Sabtu, 01 Oktober 2011

SYI'IRAN GUSDUR




Lirik “Syi’ir Tanpo Waton” dan artinya

Syair Arti
أَسْتَغْفِرُ اللهْ رَبَّ الْبَرَايَا * أَسْتَغْفِرُ اللهْ مِنَ الْخَطَايَا
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا نَافِعَا * وَوَفِّقْنِي عَمَلاً صَالِحَا
ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ * يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ
عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَمِ * يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ

Ngawiti ingsun nglaras syi’iran …aku memulai menembangkan syi’ir
Kelawan muji maring Pengeran …dengan memuji kepada Tuhan
Kang paring rohmat lan kenikmatan …yang memberi rohmat dan kenikmatan
Rino wengine tanpo pitungan 2X …siang dan malamnya tanpa terhitung
Duh bolo konco priyo wanito …wahai para teman pria dan wanita
Ojo mung ngaji syareat bloko …jangan hanya belajar syari’at saja
Gur pinter ndongeng nulis lan moco …hanya pandai bicara, menulis dan membaca
Tembe mburine bakal sengsoro 2X …esok hari bakal sengsara
Akeh kang apal Qur’an Haditse …banyak yang hapal Qur’an dan Haditsnya
Seneng ngafirke marang liyane …senang mengkafirkan kepada orang lain
Kafire dewe dak digatekke …kafirnya sendiri tak dihiraukan
Yen isih kotor ati akale 2X …jika masih kotor hati dan akalnya
Gampang kabujuk nafsu angkoro …gampang terbujuk nafsu angkara
Ing pepaese gebyare ndunyo …dalam hiasan gemerlapnya dunia
Iri lan meri sugihe tonggo …iri dan dengki kekayaan tetangga
Mulo atine peteng lan nisto 2X …maka hatinya gelap dan nista
Ayo sedulur jo nglaleake …ayo saudara jangan melupakan
Wajibe ngaji sak pranatane …wajibnya mengkaji lengkap dengan aturannya
Nggo ngandelake iman tauhide …untuk mempertebal iman tauhidnya
Baguse sangu mulyo matine 2X …bagusnya bekal mulia matinya
Kang aran sholeh bagus atine …Yang disebut sholeh adalah bagus hatinya
Kerono mapan seri ngelmune …karena mapan lengkap ilmunya
Laku thoriqot lan ma’rifate …menjalankan tarekat dan ma’rifatnya
Ugo haqiqot manjing rasane 2 X …juga hakikat meresap rasanya
Al Qur’an qodim wahyu minulyo …Al Qur’an qodim wahyu mulia
Tanpo tinulis biso diwoco …tanpa ditulis bisa dibaca
Iku wejangan guru waskito …itulah petuah guru mumpuni
Den tancepake ing jero dodo 2X …ditancapkan di dalam dada
Kumantil ati lan pikiran …menempel di hati dan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh jeroan …merasuk dalam badan dan seluruh hati
Mu’jizat Rosul dadi pedoman …mukjizat Rosul(Al-Qur’an) jadi pedoman
Minongko dalan manjinge iman 2 X …sebagai sarana jalan masuknya iman
Kelawan Alloh Kang Moho Suci …Kepada Alloh Yang Maha Suci
Kudu rangkulan rino lan wengi ….harus mendekatkan diri siang dan malam
Ditirakati diriyadohi …diusahakan dengan sungguh-sungguh secara ihlas
Dzikir lan suluk jo nganti lali 2X …dzikir dan suluk jangan sampai lupa
Uripe ayem rumongso aman …hidupnya tentram merasa aman
Dununge roso tondo yen iman …mantabnya rasa tandanya beriman
Sabar narimo najan pas-pasan …sabar menerima meski hidupnya pas-pasan
Kabeh tinakdir saking Pengeran 2X …semua itu adalah takdir dari Tuhan
Kelawan konco dulur lan tonggo …terhadap teman, saudara dan tetangga
Kang podho rukun ojo dursilo …yang rukunlah jangan bertengkar
Iku sunahe Rosul kang mulyo …itu sunnahnya Rosul yang mulia
Nabi Muhammad panutan kito 2x …Nabi Muhammad tauladan kita
Ayo nglakoni sakabehane …ayo jalani semuanya
Alloh kang bakal ngangkat drajate …Allah yang akan mengangkat derajatnya
Senajan asor toto dhohire …Walaupun rendah tampilan dhohirnya
Ananging mulyo maqom drajate 2X …namun mulia maqam derajatnya di sisi Allah
Lamun palastro ing pungkasane …ketika ajal telah datang di akhir hayatnya
Ora kesasar roh lan sukmane …tidak tersesat roh dan sukmanya
Den gadang Alloh swargo manggone …dirindukan Allah surga tempatnya
Utuh mayite ugo ulese 2X …utuh jasadnya juga kain kafannya

ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ * يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ
عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَم * يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ

ZIARAH KUBUR


TENTANG ZIARAH KUBUR
(diposting u mengenang alm sunar bin kijan)


Sekitar Persoalan Penghuni kubur
(sumber syamsuri149.wordpress.com)
 
Rasulullah saw bersabda:
“Berilah hadiah mayit-mayitmu.” Kemudian kami (sahabat) bertanya: Apa hadiah untuk mayit? Beliau menjawab: “Sedekah dan doa.” (Mafatihul Jinan, pasal 10, hlm 570)
Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya setiap Jum’at arwah orang-orang mukmin datang ke langit dunia vertikal dengan rumah mereka, seraya masing-masing mereka memanggil dengan suara yang sedih sambil menangis: wahai keluargaku, anak-anakku, ayahku dan ibuku, kerabatku, sayangi kami niscaya Allah menyayangi kalian dengan hadiah yang kalian berikan pada kami. Celaka kami (karena harta kami), kami yang dihisab, orang lain yang mengambil manfaat.”
Dalam hadis yang lain Rasulullah saw bersabda:
“Masing-masing mereka memanggil kerabatnya: Sayangi kami dengan dirham atau roti atau pakaian, niscaya Allah menyayangi kalian dengan pakaian dari surga.” Kemudian Rasulullah saw menangis. Kami (sahabat) pun ikut menangis, Rasulullah saw tak kuasa berbicara karena banyaknya menangis. Kemudian beliau bersabda: “Mereka itu adalah saudara kalian dalam agama, mereka hancur menjadi tanah setelah mereka (di dunia) diliputi kesenangan dan kenikmatan. Mereka memanggil dengan seruan: “Celaka kami, sekiranya kami dulu menginfakkan harta kami di jalan ketaatan kepada Allah dan ridha-Nya, niscaya kami tidak butuh pada kalian.” Lalu mereka pulang dengan kerugian dan penyesalan, dan mereka berseru: Cepatlah kalian bersedekah untuk mayit kalian.”
Muhammad bin Muslim pernah bertanya kepada Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa): Bolehkah kami berziarah pada orang-orang yang telah meningga? Beliau menjawab: Boleh. Kemudian aku bertanya lagi: Apakah mereka mengenal kami ketika kami berziarah kepada mereka? Beliau menjawab: “Demi Allah, mereka mengenal kalian, mereka bahagia dan terhibur dengan kehadiran kalian.” Aku bertanya lagi: Apa yang harus kami baca ketika kami berziarah kepada mereka? Beliau menjawab: bacalah doa ini. (lihat doa berikutnya)
Imam Musa Al-Kazhim (sa) berkata:
“Barangsiapa yang tidak mampu berziarah kepada kami (Ahlul bait), maka hendaknya berziarah pada orang-orang shaleh yang berwilayah kepada kami, maka akan dicatat baginya seperti pahala berziarah kepada kami; dan barangsiapa yang tidak mampu menyambung silaturahim pada kami, maka hendaknya menyambung silaturahim pada orang-orang shaleh yang berwilayah kepada kami, maka akan dicatat baginya seperti pahala menyambung silaturahim pada kami.”
Imam Ali Ar-Ridha (sa) berkata:
“Barangsiapa yang mendatangi kuburan saudaranya yang mukmin, kemudian meletakkan tangannya pada kuburannya, dan membaca surat Al-Qadar (7 kali), maka ia akan diselamatkan pada hari kiamat.” Dalam hadis yang lain disebutkan: “dan menghadap ke kiblat.”
Syeikh Abbas Al-Qumi (ra) mengatakan: Pahala bacaan surat tersebut untuk orang yang membacanya, juga untuk penghuni kubur yang diziarahi. Karena hal ini dikuatkan oleh hadis-hadis yang lain.
Makruh Ziarah kubur di malam hari
Tentang makruhnya ziarah ke kuburan orang-orang mukmin di malam hari, Rasulullah saw bersabda kepada Abu Dzar: “Jangan sekali-kali kamu berziarah kepada mereka di malam hari.”
Adab dan doa ziarah kubur
Pertama: Ketika memasuki areal kuburan mengucapkan salam.
Abdullah bin Sinan pernah bertanya kepada Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa): Bagaimana cara mengucapkan salam kepada penghuni kubur? Beliau menjawab: Ucapkan:
اَلسَّلاَمُ عَلَى اَهلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ اَنْتُمْ لَنَا فَرْطٌ وَنَحْنُ اِنْ شَآءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ
Assalâmu ‘alâ ahlid diyâr, minal mu’minîna wal muslimîn, antum lanâ farthun, wa nahnu insyâallâhu bikum lâhiqûn.
Salam atas para penghuni kubur, mukminin dan muslimin, engkau telah mendahului kami, dan insya Allah kami akan menyusulmu.
Atau mengucapkan salam seperti yang diajarkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib (sa):
اَلسَّلاَمُ عَلَى اَهْلِ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ مِنْ اَهْلِ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ، يَا اَهْلَ لاَ اِلَهَ اِلاَّ بِحَقِّ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ كَيْفَ وَجَدْتُمْ قَوْلَ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ مِنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ، يَا لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ بِحَقِّ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ اِغْفِـرْ لِمَنْ قَالَ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ، وَاحْشَـرْنَا فِي زُمْرَةِ مَنْ قَالَ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ عَلِيٌّ وَلِيُّ اللهِ
Assâlamu ‘alâ ahli lâ ilâha illallâh min ahli lâ ilâha illallâh , ya ahla lâ ilâha illallâh bihaqqi lâ ilâha illallâh kayfa wajadtum qawla lâ ilâha illallâh min lâ ilâha illallâh, ya lâ ilâha illallâh bihaqqi lâ ilâha illallâh ighfir liman qâla lâ ilâha illallâh, wahsyurnâ fî zumrati man qâla lâ ilâha illallâh Muhammadun Rasûlullâh ‘Aliyyun waliyullâh.
Salam bagi yang mengucapkan la ilaha illallah dari yang mengucapkan la ilaha illallah, wahai yang mengucapkan kalimah la ilaha illallah dengan hak la ilaha illallah, bagaimana kamu memperoleh kalimah la ilaha illallah dari la ilaha illallah, wahai la ilaha illallah dengan hak la ilaha illallah ampuni orang yang membaca kalimah la ilaha illallah, dan himpunlah kami ke dalam golongan orang yang mengu¬cap¬kan la ilaha illallah Muhammadur rasululullah Aliyyun waliyyullah.
Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: “Barangsiapa yang memasuki areal kuburan, lalu mengucapkan (salam tersebut), Allah memberinya pahala kebaikan 50 tahun, dan mengampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya 50 tahun.”
Kedua: membaca:
1. Surat Al-Qadar (7 kali),
2. Surat Al-Fatihah (3 kali),
3. Surat Al-Falaq (3 kali),
4. Surat An-Nas (3 kali),
5. Surat Al-Ikhlash (3 kali),
6. Ayat Kursi (3 kali).
Dalam suatu hadis disebutkan: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Qadar (7 kali) di kuburan seorang mukmin, Allah mengutus malaikat padanya untuk beribadah di dekat kuburannya, dan mencatat bagi si mayit pahala dari ibadah yang dilakukan oleh malaikat itu sehingga Allah memasukkan ia ke surga. Dan dalam membaca surat Al-Qadar disertai surat Al-Falaq, An-Nas, Al-Ikhlash dan Ayat kursi, masing-masing (3 kali).”
Ketiga: Membaca doa berikut ini (3 kali):
اَللَّهُمَّ اِنِّي اَسْئَلُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ اَنْ لاَتُعَذِّبَ هَذَا الْمَيِّتِ
Allâhumma innî as-aluka bihaqqi Muhammadin wa âli Muhammad an lâ tu’adzdziba hâdzal may¬yit.
Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad janganlah azab penghuni kubur ini.
Rasulullah saw bersabda:
“Tidak ada seorang pun yang membaca doa tersebut (3 kali) di kuburan seorang mayit, kecuali Allah menjauhkan darinya azab hari kiamat.”
Keempat: Meletakkan tangan di kuburannya sambil membaca doa berikut:
اَللَّهُمَّ ارْحَمْ غُرْبَتَهُ، وَصِلْ وَحْدَتَهُ، وَاَنِسْ وَحْشَتَهُ، وَاَمِنْ رَوْعَتَهُ، وَاَسْكِنْ اِلَيْهِ مِنْ رَحْمَتِكَ يَسْـتَغْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةٍ مِنْ سِوَاكَ، وَاَلْحِقْهُ بِمَنْ كَانَ يَتَوَلاَّهُ
Allâhumarham ghurbatahu, wa shil wahdatahu, wa anis wahsyatahu, wa amin raw‘atahu, wa askin ilayhi min rahmatika yastaghnî bihâ ‘an rahmatin min siwâka, wa alhiqhu biman kâma yatawallâhu.
Ya Allah, kasihi keterasingannya, sambungkan kesendiriannya, hiburlah kesepiannya, tenteramkan kekhawatirannya, tenangkan ia dengan rahmat-Mu yang dengannya tidak membutuhkan kasih sayang dari selain-Mu, dan susulkan ia kepada orang yang ia cintai.
Ibnu Thawus mengatakan: Jika kamu hendak berziarah ke kuburan orang-orang mukmin, maka hendaknya hari Kamis, jika tidak, maka waktu tertentu yang kamu kehendaki, menghadap ke kiblat sambil meletakkan tangan pada kuburannya dan membaca doa tersebut.
Muhammad bin Muslim pernah bertanya kepada Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa): Bolehkah kami berziarah ke orang-orang yang telah meningga? Beliau menjawab: Boleh. Kemudian aku bertanya lagi: Apakah mereka mengenal kami ketika kami berziarah kepada mereka? Beliau menjawab: “Demi Allah, mereka mengenal kalian, mereka bahagia dan terhibur dengan kehadiran kalian.” Aku bertanya lagi: Apa yang baca ketika kami berziarah kepada mereka? Beliau menjawab: bacalah doa ini:
اللَّهُمَّ جَافِ اْلاَرْضَ عَنْ جُنُوبِهِمْ وَ صَاعِدْ إِلَيْكَ أَرْوَاحَهُمْ وَ لَقِّهِمْ مِنْكَ رِضْوَانًا وَ أَسْكِنْ إِلَيْهِمْ مِنْ رَحْمَتِكَ مَا تَصِلُ بِهِ وَحْدَتَهُمْ وَ تُونِسُ بِهِ وَحْشَتَهُمْ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْ‏ءٍ قَدِيرٌ
Allâhumma jâfil ardha ‘an junûbihim, wa shâ’id ilayka arwâhahum, wa laqqihim minka ridhwânâ, wa askin ilayhim mir rahmatika mâ tashilu bihi wahdatahum, wa tûnisu bihi wahsyatahum, innaka ‘alâ kulli syay-in qadîr.
Ya Allah, luaskan kuburan mereka, muliakan arwah mereka, sampaikan mereka pada ridha-Mu, tenteramkan mereka dengan rahmat-Mu, rahmat yang menyambungkan kesendirian mereka, yang menghibur kesepian mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(Disarikan dari kitab Mafatihul Jinan, pasal 10, hlm 567-570)